Portofolio KE-1
Teori dan Strategi Pembelajaran Vokasi
Portolio ke-1
Mata Kuliah: Strategi Pembelajaran Vokasi
Pokok Bahasan: Karakteristik
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Vokasi)
Melalui kuliah ini saya memperoleh pengetahuan dan
ketrampilan tentang:
Taksonomi BLOOM
Taksonomi Bloom
merupakan kerangka kerja yang mengelompokkan tujuan pembelajaran ke dalam
tingkatan berpikir yang semakin kompleks. Pengetahuan tentang Taksonomi Bloom
ini penting untuk diterapkan dalam pembelajaran vokasi di SMK, khususnya untuk
mengembangkan ketiga capaian pembelajaran utama SMK: sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
Klasifikasi Taksonomi Bloom
Taksonomi Bloom yang pertama kali
dikembangkan oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956, awalnya terdiri dari tiga
domain:
1.
Kognitif (Cognitive Domain): Berfokus
pada pengembangan kemampuan intelektual, seperti pengetahuan dan keterampilan
berpikir.
2.
Afektif (Affective Domain): Berfokus
pada pengembangan sikap, nilai, dan minat siswa.
3.
Psikomotorik (Psychomotor Domain): Berfokus
pada pengembangan keterampilan motorik siswa.
(sumber : Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom )
Bloom dalam (Arifudin, 2020) membagi hasil belajar
menjadi tiga ranah yaitu: 1) Ranah kognitif, berkenaan dengan hasil belajar
intelektual, 2) Ranah afektif, berkenaan dengan sikap, dan 3) Ranah psikomotorik, berkenaan dengan keterampilan
dan kemampuan bertindak.
Pada sesi Diskusi :
1.
Pertanyaan dalam konteks taksonomi
bloom, yang membagi aspek capaian pembelajaran menjadi 3 yakni kognitif,
afektif dan psikomotorik, seberapa besar porsi masing-masing aspek dalam
penyelenggaraan SMK?
Menurut saya :
Capaian aspek pembelajaran kognitif,
afektif dan psikomotorik porsinya tergantung pada kompetensi keahlian
,kurikulumdan metode pembelajaran. pada kognitif lebih dari psikomotorik dan
afektif. Pada kognitif berfokus pada kemampuan berpikir kritis dan
menyelesaiakn masalah . untuk afektif berfokus pada sikap minat siswa, sedangkan
psikomotorik berfokus ketrampilan. untuk di SMK sendiri lebih banyak pada
ketrampilan
Proporsi aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik dalam penyelenggaraan SMK tidak memiliki persentase baku dan dapat
bervariasi tergantung pada jurusan ,kurikulum serta tujuannya.
Pada SMK saya terdapat Jurusan yang berfokus pada
keterampilan teknis (Teknik Mesin(Pemesinan), Otomotif(TKRO dan TBSM)) akan
lebih menekankan aspek psikomotorik (60-70%) dan kognitif (30-40%). Aspek
afektif (10-20%) tetap penting untuk membangun karakter dan profesionalisme
siswa.Sedangkan pada Jurusan RPL(Rekayasa Perangkat Lunak) Kognitif: (40-50)%,
Afektif: (10-20)%, Psikomotorik: (40-50)%
Siswa yang memiliki teori yang bagus,
tetapi tidak memiliki keterampilan yang baik, tidak akan dapat melakukan
pekerjaan dengan baik. Siswa yang memiliki keterampilan yang bagus, tetapi
tidak memiliki komunikasi yang baik, tidak akan dapat menjelaskan problem
kerusakan kendaraan kepada pelanggan dengan baik.
menurut saya Proporsi pembelajaran
kognitif, afektif, dan psikomotorik di SMK memang tidak terpaku pada angka
pasti dan dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor yang ada. Dan ketiga
aspek pembelajaran ini saling terkait dan saling melengkapi. Pembelajaran
kognitif memberikan landasan pengetahuan yang penting untuk pembelajaran
psikomotorik. Pembelajaran afektif membantu siswa untuk mengembangkan karakter
dan moral yang baik, sehingga mereka dapat menggunakan pengetahuan dan
keterampilan mereka secara bertanggung jawab.
2. Model penyelenggaraan PTK seperti apa
yang cocok untuk Indonesia?
Menurut saya :
Model penyelenggaraan Pendidikan dan
Tenaga Kependidikan (PTK) di Indonesia saat ini masih memiliki
beberapa kekurangan, seperti kurangnya relevansi dengan kebutuhan industri,
kurangnya praktik dan pelatihan, dan kurangnya fokus pada pengembangan
karakter. Oleh karena itu, perlu dicari model penyelenggaraan PTK yang lebih
cocok dengan kondisi dan kebutuhan Indonesia.
Model PTK yg cocok di Indonesia, harus
sesuai dengan industri contohnya seperti : harus memiliki ketrampilan yang
dibutuhkan oleh Industri
untuk peningkatan kualitas pembelajaran : PTK harus
menyediakan pembelajaran yang berkualitas dan bermutu
Model PTK juga harus diperhatikan tentang kondisi ekonomi,
infrastruktur dan kebutuhan masyarakat
Mengkutip tulisan dari Pak Yoga pada
Diskusi :
“ Menurut saya menggunakan sistem “GANDA” Model ini menggabungkan
pembelajaran di sekolah dengan praktik kerja di industri. Pendidikan Sistem
Ganda (PSG) bentuk penyelenggaraan pendidikan di SMK dan pelatihan di Industri
yang dilakukan secara sistematik untuk mencapai profil kompetensi yang baku dan
laku dipasar tenaga kerja. Hal ini diperkuat penelitian oleh (Aaltje D. Ch.
Wayong, 2010) Dosen Fakultas Teknik UNIMA disampaikan pada APTEKINDO (Asosiasi
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia) sistem PSG bertujuan untuk;
menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian professional, meningkatkan dan
memperkokoh link and match antara lembaga pendidikan-pelatihan kejuruan dan
dunia kerja, meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga
kerja berkualitas profesional, dan memberi pengakuan dan penghargaan terhadap
pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan. Model GANDA terbukti
efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi siswa, serta
mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja.
Sumber: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/APTEKINDO/article/view/76
Betul, Prakerin
merupakan salah satu bentuk PSG yang bermanfaat bagi siswa, sekolah, dan
industri.
·
Akan tetapi
Implementasi PSG masih menghadapi beberapa tantangan, seperti:
·
Kurangnya
kerjasama yang erat antara sekolah dan industry
·
Kurangnya
biaya
·
Kurangnya
perubahan kurikulum dan infrastruktur
Meskipun
terdapat beberapa tantangan, namun tantangan tersebut dapat diatasi dengan
kerjasama yang erat antara semua pihak.
Akan tetapi
perlu dilakukan kajian dan diskusi lebih lanjut untuk menentukan program PSG
yang paling tepat untuk SMK. Seperti kebutuhan industri, kapasitas
SMK(kurikulum,fasilitas dll),karakter siswa, Dengan mempertimbangkan semua
faktor dan melibatkan berbagai pihak, diharapkan program PSG dapat menghasilkan
lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja.
Referensi :
1.
Materi Kuliah
: Prof. Dr. Muchlas, M.T
2.
Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom
3.
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/APTEKINDO/article/view/76
.
Comments
Post a Comment